GAPURA KHAS BANTEN

19:23

             Gapura khas Banten adalah Gapura Kaibon. Gapura Kaibon melambangkan Daerah Propinsi Banten sebagai pintu gerbang peradaban dunia, perekonomian dan lalu lintas internasional menuju era globalisasi. Gapura ini awalnya dibangun di Keraton Kaibon, yang berada di Banten Lama. Kemudian gapura ini dijadikan gapura khas Banten, ditandai dengan banyaknya penggunaan gapura kaibon sebagai gerbang utama masuknya bangunan, terutama bangunan pemerintahan, pendidikan dan perkantoran. 
                                                          
                                                
                                                              Gapura Kaibon di Keraton Kaibon
Keraton Kaibon, Kaibon berasal dari kata ka-ibu-an, tempat tinggal yang diperuntukkan bagi ibunda Sultan. Terletak sekitar 500 meter sebelah tenggara Keraton Surosowan. Pada tahun 1832, bangunan Keraton Kaibon dihancurkan oleh Belanda, saat ini yang tersisa hanya bagian pondasinya, runtuhan dinding dan sisi kiri dari bagian pintu masuknya.
Bentuk Dasar Gapura Kaibon
Gambar di atas merupakan bentuk dasar dari gapura Kaibon. Konstruksi bangunannya cukup sederhana, yaitu dengan material batu bata yang ditumpuk, dilapisi dengan pasir beserta semen, gapura khas Banten ini dibangun. Berdasarkan kedalaman letaknya, pembangunan gapura ini menggunakan pondasi dangkal dengan jenis pondasi menerus. Pondasi menerus dipasang di bawah seluruh panjang dinding gapura dengan lebar dasar sama besar dan terletak pada kedalaman sama.
Gapura Kaibon ini sangat mudah ditemukan di wilayah Banten, terutama Kota Serang. Hal ini dikarenakan setiap bangunan pemerintahan kantor atau bangunan lainnya diwajibkan untuk membuat gerbang utama dengan desain gapura kaibon. Berikut ini beberapa contoh gapura Kaibon yang diaplikasikan di berbagai tempat di Banten :

Gapura Kaibon di Alun-alun Kota Serang, Banten

Gapura Kaibon di TK Putra II Serang

You Might Also Like

1 comments

  1. wah..ini udah mulai nyerempet2 jadi anak budaya kyk'y,haha..

    ReplyDelete